----------------------------------------------------------------------------------
Hancur Lebur
Datang dengan kerusuhan
Pergi tinggalkan kekacauan
Itulah bencana alam
Meresahkan setiap malam
Kau datang tanpa mengenal waktu
Di saat semua jiwa tertidur lelap
Kau bisa memulai aksimu
Kau bisa memulai aksimu
Di saat manusia berharap
Kau pun bisa memulai aksimu
Dirimu hadir
Bagaikan amarah sang alam semesta
Akibat ulah manusia
Dan akhirnya...
Membinasakan banyak jiwa
Dirimu usangkan semua
Begitu cepat begitu liar
Meluluh lantahkan semua
Berubah menjadi hancur lebur
----------------------------------------------------------------------------------
Tak Terlupakan
Angin lalu terngiang di rekamanku
Tergambar sesosok wanita kecil
Begitu riang begitu gembira
Menari melenggang di sampingku
Sahabat Kecilku
Masihkah kau menyimpan memori tentangku ?
Di hingar bingar kehidupan ini
Aku terperangkap kesepian tanpa dirimu
Temanilah Aku...
Tak Ada yang sebaik kamu, wahai kawanku
Di zaman ini
Saat ku tidak mengenal semua sifat
Kenangan indah denganmu terungkap kembali
Terpikir olehku, kembali ke masa lampau
Tapi ku tahu, itulah yang disebut khayalan semata
Dan ku sadar...
Bersamamu adalah sesuatu yang tak akan pernah kulupakan
----------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------
Kehidupan Remaja
Kakiku terpijak di tangga yang lebih tinggi
Waktuku melihat dunia sudah semakin lama
Sedikit demi sedikit hatiku mulai mencerna
Bergetar…Tak karuan
Bergejolak…Tambah kencang
Masa itulah…
Aku mengenal sayang
Awal ku meniti karir
Aku terperangah akan sesosok lawan wanita
Ku lirik, semakin terperangah
Lawan itu begitu gagah
Sampai-sampai ku takut mendekat
Tapi aneh…
Dikala aku takut, terselip hasrat untuk memeluk
Ku tanya pada orang
Mereka menjawab itu sayang
Detik-detik ku jalani dengan heran
Tiba-tiba sang lawan mulai menyerangku
Hatiku senang namun aku bimbang
Otakku berpikir dan tanpa sadar
Lidahku bergerak mengatakan
Aku siap menerima serangan
Bertahun sudah ku lewati bersama sang lawan
Hatiku pun mulai yakin akan semua
Namun…
Kala panah asmara tertancap tajam di benakku
Ia mencabut panah itu perlahan
Menyayat dan meninggalkan bekas luka mendalam
Ia seolah ingin mencabutnya, namun ragu
Ia tancap lagi, ia cabut lagi, dan ia tancap lagi
Sakit sungguh
Aku ingin mencabut sendiri, ia larang
Tidakkah ia sadar? Aku tersayat oleh tarik tusuk panah yang ia lakukan
Masih ku jalani dengan sang lawan
Tangis sering terlewat dihari-hari ku
Tapi aku bingung
Mengapa aku bisa menahan perih ini terus-terusan ?
Selalu ku pikirkan
Perlahan ku tau
Itu semua karena rasa sayang ku mampu mengubah semua rasa sakit ku
Berkorban rasa sudah menjadi kehidupan ku
Tanpa ia tahu…
Mungkin hatiku seperti
Daging yang ditusuk pisau tajam mengeluarkan darah segar
Ia cabut, ia tusuk, ia obati, dan ia ulangi
Sampai sekarang pun hal itu terus berulang-ulang
Ku siapkan berkilo-kilo kesabaran
Dan ku tak tau jika kisah ini mungkin akan terus berlanjut abadi
Sejenak ku yakini
Tuhan pasti siapkan hal istimewa untuk diriku dan dirinya
Hati, diri, otak ku sudah benar-benar siap menerima serangan lawan yang sangat amat ku sayangi
----------------------------------------------------------------------------------
Puisi Galo :D
Seketika.....ku beranjak remaja
Ku mulai mengenal pria
Dan itulah kau !
Kau mengisi rongga hatiku
Menyinari kalbuku
Indah nian itu
Namun.......kau rampas kembali dari diriku
Itu sakit
Aku meringis
Itu perih
Aku menangis
Seakan takut kehilanganmu
Aku bertahan sejenak
Lama kutunggu berubah dirimu
Tak kunjung tiba sedetik
Aku takut melihatmu menjauh pergi
Melupakan segenap rasa ini
Aku menangis di sini
Meratapi punggung yang menjauh pergi
Jika jodoh pun kita akan bertemu
Lagi.............
Namun aku gelisah
Bagaimana bila hatimu tak bisa menuntunmu kembali pada diriku ?
Hanya menoleh pun aku gembira
Bagaimana bila hatimu tersentuh hati yang lain ?
Hati yang jauh lebih indah
Bagaimana bila aku terus menunggumu di sini menangis sendiri ?
Kau tak pernah ada
Aku sayang kamu
Yang kurasakan itu
Sebentar kau membalasnya
Hanya sebentar setelah itu tiada
Air mata jatuh tak tertahan
Menitik satu per satu
Mencoba menahan
Terisak semakin dalam
Ku sadar
Kau pergi karna.....
Ingin meraih hati lain yang kau idam
Aku hanya bisa melihat dari belakang
Berpura-pura mendukung
Namu sebaliknya, aku tersungkur dan menangis
----------------------------------------------------------------------------------