Laman

Rabu, 15 Februari 2012

Kehidupan Remaja


Kakiku terpijak di tangga yang lebih tinggi
Waktuku melihat dunia sudah semakin lama
Sedikit demi sedikit hatiku mulai mencerna
Bergetar…Tak karuan
Bergejolak…Tambah kencang
Masa itulah…
Aku mengenal sayang

Awal ku meniti karir
Aku terperangah akan sesosok lawan wanita
Ku lirik, semakin terperangah
Lawan itu begitu gagah
Sampai-sampai ku takut mendekat
Tapi aneh…
Dikala aku takut, terselip hasrat untuk memeluk
Ku tanya pada orang
Mereka menjawab itu sayang

Detik-detik ku jalani dengan heran
Tiba-tiba sang lawan mulai menyerangku
Hatiku senang namun aku bimbang
Otakku berpikir dan tanpa sadar
Lidahku bergerak mengatakan
Aku siap menerima serangan

Bertahun sudah ku lewati bersama sang lawan
Hatiku pun mulai yakin akan semua
Namun…
Kala panah asmara tertancap tajam di benakku
Ia mencabut panah itu perlahan
Menyayat dan meninggalkan bekas luka mendalam
Ia seolah ingin mencabutnya, namun ragu
Ia tancap lagi, ia cabut lagi, dan ia tancap lagi
Sakit sungguh
Aku ingin mencabut sendiri, ia larang
Tidakkah ia sadar? Aku tersayat oleh tarik tusuk panah yang ia lakukan

Masih ku jalani dengan sang lawan
Tangis sering terlewat dihari-hari ku
Tapi aku bingung
Mengapa aku bisa menahan perih ini terus-terusan ?
Selalu ku pikirkan
Perlahan ku tau
Itu semua karena rasa sayang ku mampu mengubah semua rasa sakit ku

Berkorban rasa sudah menjadi kehidupan ku
Tanpa ia tahu…
Mungkin hatiku seperti
Daging yang ditusuk pisau tajam mengeluarkan darah segar
Ia cabut, ia tusuk, ia obati, dan ia ulangi

Sampai sekarang pun hal itu terus berulang-ulang
Ku siapkan berkilo-kilo kesabaran
Dan ku tak tau jika kisah ini mungkin akan terus berlanjut abadi
Sejenak ku yakini
Tuhan pasti siapkan hal istimewa untuk diriku dan dirinya
Hati, diri, otak ku sudah benar-benar siap menerima serangan lawan yang sangat amat ku sayangi

0 komentar:

Posting Komentar

Boucing Sky Blue Bow Tie Ribbon Free Lines Arrow